jenis cidera olahraga


JENIS-JENIS CEDERA





Menurut Graha & Priyo (2009 ; 45), cidera atau trauma adalah kelainan yang terjadi pada tubuh yang mengakibatkan timbulnya nyeri, panas, merah, bengkak, dan tidak dapat berfungsi dengan baik pada otot, tendon, ligament, persendian, maupun tulang akibat aktifitas gerak yang berlebihan atau kecelakaan.

Klasifikasi Cedera Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :

1.    Cedera ringan

Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, sehingga perlu melakukan penanganan yang serius.

Misalnya seperti :

·         Luka : lecet & lepuh

·         Memar  dan lebam

·         kram

2.    Cedera sedang

Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi).

Misalnya :

·         Sprain otot  : Cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada ligamen (penghubung antar tulang)

·         Strain sendi : Cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada otot maupun tendon (penghubung tulang dan otot)

3.    Cedera berat

Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau sprain fracture) atau fracture tulang.

·         Dislokasi

Dislokasi adalah kondisi ketika tulang keluar atau bergeser dari posisi normalnya pada sendi. Semua persendian yang ada di tubuh dapat mengalami dislokasi, terutama saat terjadi benturan akibat kecelakan berkendara atau terjatuh ketika berolahraga.

·         Fraktur

Fraktur adalah kondisi ketika tulang patah sehingga posisi atau bentuknya berubah. Patah tulang dapat terjadi jika tulang menerima tekanan atau benturan yang kekuatannya lebih besar daripada kekuatan tulang.

 4. Cedera Lainnya

a.       Dehidrasi karena panas

Dehidrasi berat terjadi ketika cairan tubuh yang hilang jauh lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk. Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa sangat haus dan tubuh terasa lemas. Dehidrasi berat bukanlah kondisi yang dapat dianggap remeh, karena bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Secara umum, air memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh, yaitu untuk memperlancar pencernaan, membuang zat sisa dan racun, membasahi mata dan sendi, serta menjaga kesehatan kulit. Oleh karena itu, jika tubuh kekurangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi berat, organ tubuh tidak akan berfungsi dengan baik.

Kondisi ini terjadi karena tubuh banyak mengeluarkan keringat akibat melakukan aktivitas berat, tetapi tidak disertai asupan cairan yang cukup. Gejalanya bervariasi, mulai dari kejang ringan akibat udara panas hingga sengatan panas.

b.      Hipotermia akibat dingin

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, dan bahkan kematian.

Hipotermia terjadi ketika panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Sejumlah kondisi yang berpotensi membuat panas tubuh banyak hilang dan menyebabkan hipotermia, yaitu:

·         Terlalu lama berada di tempat dingin.

·         Mengenakan pakaian yang kurang tebal saat cuaca dingin.

·         Terlalu lama mengenakan pakaian basah.

·         Terlalu lama di dalam air, misalnya akibat kecelakaan kapal.

 c.       Kejang

Kejang adalah gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi ini sering kali ditandai oleh gerakan tubuh yang tidak terkendali dan disertai hilangnya kesadaran. Kejang bisa menjadi tanda adanya penyakit pada otak, atau kondisi lain yang memengaruhi fungsi otak. Kejang cenderung berlangsung singkat, antara 30 detik sampai 2 menit. Kejang yang berlangsung lebih lama dari 2 menit tergolong kondisi gawat darurat, sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Kejang disebabkan oleh gangguan pada aktivitas listrik, di satu atau seluruh area otak. Gangguan tersebut dapat dipicu oleh penyakit di otak, atau kondisi lain yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi otak.

d.      Syok

Syok adalah kondisi di mana tekanan darah turun secara drastis, sehingga terjadi gangguan aliran darah dalam tubuh. Aliran darah yang terganggu membuat pasokan nutrisi dan oksigen yang berperan pada sel dan organ tubuh agar berfungsi secara normal, menjadi terhambat. Syok dapat memburuk dengan cepat, maka penanganannya harus segera dilakukan. Jika tidak, syok dapat menyebabkan komplikasi bahkan kematian.

e.       Pingsan

Pingsan adalah hilangnya kesadaran sementara yang terjadi secara tiba-tiba. Orang yang pingsan bisa kembali sadar penuh setelahnya. Kondisi ini bisa diawali dengan rasa pusing, mual, dan penglihatan kabur, selanjutnya kehilangan kesadaran hingga terjatuh.

Pingsan terjadi karena tekanan darah menurun secara tiba-tiba dan menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak. Kondisi yang bisa memicu pingsan antara lain stres, ketakutan, cuaca yang terlalu panas, dan perubahan posisi secara tiba-tiba.

f.       Koma

Koma adalah tingkatan paling dalam ketika seseorang tidak sadarkan diri. Penderita yang mengalami koma tidak dapat merespons terhadap lingkungannya sama sekali. Penderita koma tidak akan melakukan gerakan, mengeluarkan suara, apalagi membuka mata, meskipun sudah dicubit. Berbeda dengan pingsan, yang hanya terjadi sementara, penderita koma mengalami penurunan kesadaran untuk waktu yang lama.

Koma terjadi karena kerusakan salah satu bagian otak, baik sementara maupun permanen. Penyebab kerusakan otak ini sangat beragam, contohnya stroke, cedera berat di kepala, infeksi, atau tumor. Identifikasi penyebab koma sangat penting bagi dokter untuk menentukan langkah pengobatannya

g.      Mati suri

Mati Suri adalah pengalaman pribadi seseorang yang telah meninggal secara klinis, sebelum akhirnya hidup kembali.

h.      Mati

Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan.



*PENGERTIAN

1.      Luka adalah Suatu ketidak sinambungan dari kulit dan jaringan dibawahnya yang mengakibatkan pendarahan yang kemudian dapat mengalami infeksi

2.      Lepuh adalah terkumpulnya cairan dibawah kulit karena gesekan yang berlebihan

3.      Memar disebabkan karena suatu pukulan langsung pada kulit dan hanya menyebabkan lecet pada kulit (menimbulkan tanda kebiru-biruan atau khitaman) atau jaringan bawahnya.

4.      Lebam : bila terdapat pendarahan  yang cukup, timbulnya  pendarahan didaerah yang terbatas.

5.      Kram : suatu kontraksi otot yang berlangsung lama dan tidak dipengaruhi kemauan.

6.      Strain : kerusakan pada suat bagian otot atau tendonnya karena penggunaan gerakan yang berlebihan.

7.      Sprain : cedera yang terjadi pada sendi, dimana terjadi robekan (biasanya tidak komplit) dari ligamen

8.      Dislokasi : perpindahan permukaan tulang yang membentuk sendi demikian rupa sehingga tulang tadi tidak berhadapan lagi

9.      Fraktur : terputusnya kontinuitas tulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas seminar

pengertian ,indikasi dan anatomis cidera lainnya

sistem (R.I.C.E)